Potensi Bahaya Yang Perlu Diidentifikasi Ketika Bekerja Di Ruang Terbatas

Pekerjaan di ruang terbatas (Confined Space) memiliki risiko khusus yang perlu diidentifikasi dan dikelola dengan baik karena ruang terbatas tersebut dapat menyebabkan bahaya serius bagi kesehatan dan keselamatan pekerja.

Bukan hanya sekadar tempat kerja biasa, ruang terbatas membutuhkan persiapan matang dan pemahaman mendalam akan risiko yang terlibat. Dari perusahaan konstruksi hingga industri minyak dan gas, serta segala macam pekerjaan di antaranya, para pekerja di ruang terbatas harus siap menghadapi tantangan fisik dan mental.

Tidak hanya menjadi tempat kerja yang sulit diakses, ruang terbatas juga menjadi titik fokus dalam upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Sebuah kesalahan kecil di sini bisa berujung pada konsekuensi serius, termasuk cedera serius hingga kecelakaan fatal. Oleh karena itu, pengelolaan risiko, pelatihan yang tepat, serta penggunaan peralatan yang sesuai menjadi kunci keselamatan dalam lingkungan yang terbatas ini.

Berikut adalah beberapa potensi bahaya yang perlu diidentifikasi ketika bekerja di ruang terbatas beserta contoh-contoh pekerjaan di ruang terbatas

Kurangnya Ventilasi

Risiko: Kehilangan oksigen, akumulasi gas beracun atau mudah terbakar.

Contoh Pekerjaan: Pekerjaan di dalam tangki, ruang bawah tanah, atau ruang penyimpanan yang tertutup.

 

Bahaya Gas Beracun atau Mudah Terbakar

Risiko: Paparan gas beracun seperti hidrogen sulfida, karbon monoksida, atau gas yang mudah terbakar seperti metana.

Contoh Pekerjaan: Pekerjaan di sumur minyak/gas, pipa saluran, atau ruang penyimpanan kimia.

 

Kehilangan Oksigen

Risiko: Kehilangan oksigen akibat reaksi kimia, penggunaan alat mekanik yang membutuhkan oksigen, atau penutupan yang rapat.

Contoh Pekerjaan: Pekerjaan di tangki terkubur, pipa pembuangan, atau ruang bawah tanah.

 

Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Risiko: Paparan terhadap bahan kimia berbahaya seperti asam, basa, atau bahan kimia beracun.

Contoh Pekerjaan: Pekerjaan di dalam tangki penyimpanan kimia, tangki fermentasi, atau ruang pembersihan kimia.

 

Risiko Fisik

Risiko: Risiko jatuh, tertimpa, atau tertekan oleh material yang runtuh.

Contoh Pekerjaan: Pekerjaan di dalam sumur, terowongan, atau ruang yang sempit.

Kondisi Lingkungan yang Tidak Stabil

Risiko: Kondisi lingkungan yang berubah-ubah seperti perubahan suhu, kelembaban, atau tekanan.

Contoh Pekerjaan: Pekerjaan di dalam tangki reaktor, ruang pemurnian, atau ruang bawah tanah yang tergenang air.

 

Risiko Elektrikal

Risiko: Paparan terhadap arus listrik atau percikan api dalam ruang yang tertutup.

Contoh Pekerjaan: Pekerjaan di dalam ruang panel listrik, ruang generator, atau ruang bawah tanah dengan instalasi listrik.

 

Penggunaan Alat atau Peralatan

Risiko: Penggunaan alat atau peralatan yang tidak aman atau tidak sesuai dengan lingkungan ruang terbatas.

Contoh Pekerjaan: Pekerjaan dengan penggunaan alat pengelasan, pemotongan logam, atau peralatan listrik di dalam ruang terbatas.

 

Penting untuk melakukan identifikasi bahaya yang teliti dan menyeluruh serta menyusun prosedur kerja yang aman dan tepat sebelum memulai pekerjaan di ruang terbatas untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera. Selalu diperlukan pelatihan yang memadai bagi pekerja yang akan melakukan pekerjaan di ruang terbatas.

Artikel Terkait

WhatsApp
Mulai percakapan

Hai, ada yang bisa kami bantu? :)

Tim kami akan segera membalas pesan Anda
Scroll