Mengenal Safety Helmet: Jenis, Warna, dan Manfaat

Helm atau Safety Helmet adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastic. Penggunaan Helm biasanya untuk melindungi kepala dalam berbagai kegiatan pertempuran atau militer, maupun dalam kegiatan sipil seperti olahraga, pertambangan, dan berkendara. Helm memberikan perlindungan tambahan pada bagian kepala dari kejatuhan atau benda yang bergerak cepat. Sebagai seorang profesional K3, Kawan Astara perlu memahami penggunaan dan jenis helm yang Kawan Astara butuhkan.



1.     Jenis-jenis Safety Helmet

·        Helm Cetok atau Shorty Helmet

·        Helm Half-face atau Open Face

·        Helm ¾ atau Modular Helmet

·        Helm Full-face

·        Helm Flip-Up

2.    Warna Safety Helmet untuk Pekerja Proyek

Helm yang dapat digunakan untuk pekerja proyek sering disebut  juga dengan Helm Safety, selain berguna untuk melindungi pengguna helm safety, perbedaan warna helm juga memiliki berbagai pengertian untuk pengguna khusus, berikut pengguna warna helm tersebut:

1.       Helm safety berwarna putih biasanya digunakan oleh manajer, pengawas, insinyur, dan mandor.

2.     Helm safety berwarna biru biasanya digunakan oleh site supervisor, electrical contractor atau pengawas sementara.

3.     Helm safety berwarna kuning biasanya digunakan oleh sub contractor atau pekerja umum.

4.    Helm safety berwarna hijau biasanya digunakan dan dipakai oleh pengawas lingkungan.

5.    Helm safety berwarna pink biasanya juga digunakan oleh pekerja baru atau magang.

6.    Helm safety berwarna orange biasanya juga dipakai oleh tamu perusahaan.

7.     Helm safety berwarna merah biasanya digunakan oleh safety officer yang memiliki tanggung jawab untuk memeriksa sistem keselamatan sudah terpasang dan berfungsi sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

3.    Manfaat dan Kegunaan Safety Helmet

Manfaat dan kegunaan utama dari safety helmet sendiri adalah untuk melindungi kepala pekerja, menghindari benda jatuh dan benda lainnya, serta meminimalisir cidera pada pekerja itu sendiri. Pekerja yang bekerja di tambang minyak, pabrik, konstruksi bangunan, dan banyak area lainnya diharuskan memakai helm pengaman. Dan karena fungsi utamanya adalah untuk melindungi diri, penggunaan helm wajib dilakukan di area kerja yang berbahaya tersebut. Begitu banyak hal yang bisa terjadi di lingkungan kerja seperti itu karena potensi risikonya sangat tinggi dan datang dari atas. Oleh karena itu, keberadaan alat pelindung kerja seperti helm sangat penting dalam proyek ini. Syarat Penggunaan Safety Helmet

Penggunaan helm safety pun ada masa berlakunya. Rata-rata umur pakai sebuah helm safety adalah 5 tahun, namun ini sangat tergantung kepada bahan yang digunakan untuk membuat helm tersebut. Setiap produsen helm safety akan mencantumkan batas maksimum pemakaian pada helm tersebut. Hal ini merupakan salah satu hal penting yang perlu juga menjadi perhatian kita, serta pembersihan helm safety setelah digunakan seharusnya bisa  dilakukan secara berkala untuk menghindari rusaknya berbagai material akibat kotoran yang bisa saja menempel saat kegiatan kerja berlangsung. Karena kotoran tersebut mungkin adalah bahan kimia, minyak atau solvent yang bisa memicu rusaknya bahan dasar pembuatan helm safety tersebut.

Jadi itulah beberapa penjelasan seputar Helm atau Safety Helmet, Ingin penjelasan lengkap terkait  meningkatkan keselamatan pekerja? Penjelasan secara lengkap ketika mengikuti Ahli K3 Umum di PT Mulia Astara Nusantara. Segera daftarkan diri anda.

 

Artikel Terkait

WhatsApp
Mulai percakapan

Hai, ada yang bisa kami bantu? :)

Tim kami akan segera membalas pesan Anda
Scroll